Penyakit Akibat Sering Begadang Malam

Penyakit Akibat Sering Begadang Malam

Penyakit Akibat Sering Begadang Malam

 

Penyakit Akibat Sering Begadang Malam. Begadang merupakan aktifitas yang mengasyikan, khususnya bagi anda yang sedang menunggu pertandingan bola tim kesayangan anda berlangsung. Namun, perlu diperhatikan bahwa penyakit akibat sering begadang akan timbul seiring dengan menurunnya performa tubuh anda akibat kebiasaan tersebut. Pengaruh lain akibat sering begadang ini pun akan mengakibatkan anda sulit untuk berkonsentrasi pada saat beraktifitas di pagi hari.

Tubuh manusia secara otomatis akan memproduksi suatu hormone pada saat anda tidur, jika anda tidak tidur dan tetap terjaga pada saat malam hari, tentunya hormone tersebut tidak dapat diproduksi dan akan mengakibatkan menurunnya metabolisme tubuh anda, dan anda akan lebih mudah terserang penyakit dari pada biasanya.
Lain halnya jika anda tidur cukup selama 7 – 8 jam sehari. Tidur yang cukup juga akan membantu anda berpikir lebih jernih dan tetap sehat. Penyakit akibat sering begadang juga dapat timbul dari kebiasaan anda yang terbalik, misalnya melakukan aktifitas pada saat malam hari dan tidur pada saat pagi hari. Para pekerja malam tentunya lebih rentan terserang penyakit berat akibat kebisaan mereka yang seperti ini. Resiko ini juga akan mengakibatkan timbulnya penyakit jantung, stroke, serta beberatap penyakit berat lainnya seperti:
  • Gairah seks yang menurun
  • Gagal jantung
  • Diabetes
  • Stroke
  • Tekanan darah tinggi
  • Detak Jantung yang Tidak Teratur
Para ahli dalam bidangnya juga melaporkan bahwa, kurangnya tidur yang berkualitas akan berdampak pada gairah seks yang menurun karena energi dalam libido yang terkuras, mengantuk dan tensi darah yang meningkat akibat dari anda tetap terjaga di malam hari. Hal ini tentunya akan menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi anda yang sudah berumah tangga, dan akan menimbulkan keretakan dalam rumah tangga yang telah sekian lama anda jalin.
Bagi pria yang mengidap sleep apnea atau sulit tidur, masalah pernapasan yang mengganggu saat tidur, menyebabkan gairah seksual melempem. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism 2002 menunjukkan, hampir semua orang yang menderita sleep apnea memiliki kadar testosteron yang rendah. Dan hampir setengah dari orang yang menderita sleep apnea parah memiliki tingkat testosteron yang rendah pada malam hari.
Beberapa studi tentang penyakit akibat sering begadang malam juga menyebutkan, orang – orang yang tidur kurang dari 5 jam per hari selama tujuh hari menyebabkan stres, marah, sedih, dan kelelahan mental. Selain itu, kurang tidur dan gangguan tidur dapat menyebabkan gejala depresi. Gangguan tidur yang paling umum, yaitu insomnia yang memiliki kaitan kuat dengan depresi.
Dalam studi tahun 2007 melibatkan 10.000 orang, terungkap bahwa pengidap insomnia 5 kali lebih rentan depresi. Bahkan, insomnia sering menjadi salah satu gejala pertama depresi. Insomnia dan tidak nafsu makan akibat depresi saling berhubungan. Kurang tidur memperparah gejala depresi dan depresi membuat anda lebih sulit tidur. Sisi positifnya, pola tidur yang baik dapat membantu mengobati depresi.

Related Posts

Leave a Reply